Jumat, 29 Desember 2017

ASTRA BERPERAN DALAM MENINGKATKAN FUNGSI TAMAN LALU LINTAS SEBAGAI SALAH SATU SARANA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK


Berbicara tentang Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Bandung, tak lepas dari pendidikan karakter dan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Bagaimana tidak, di taman lalu lintas ini para pengunjung (yang dibidik adalah anak-anak) disuguhi dengan berbagai wahana dan rambu lalu lintas yang bisa mengarahkan mereka untuk bisa tumbuh dan meningkat karakter serta pengetahuannya, belajar mengkontruksi dan bertanya.
Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani ini selesai direvitalisasi oleh Astra dengan menggunakan dana CSR sebesar 9,2 milyar rupiah dan diresmikan oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil, pada tanggal 29 September 2017. Program revitalisasi Taman Lalu Lintas merupakan wujud peran serta PT. TAM dalam membangun negara dan kemajuan Indonesia. Revitalisasi taman lalu lintas ini sesuai dengan tiga pilar CSR sekaligus yaitu lingkungan, keselamatan berkendara, dan pendidikan. Astra melengkapi dan memperbaiki berbagai fasilitas di taman edukasi ini. Seperti diketahui sebelumnya peran Astra terhadap lingkungan sangat tinggi hal ini dibuktikan dengan salah satu kontribusi Toyota yakni program Toyota Car for Tree sejak 2010 dan merupakan bagian dari semangat let's go beyond.
Langkah Astra dalam merevitalisasi Taman Lalu Lintas sangat sejalan dengan apa yang sekarang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya. Dukungan Astra ini searah dengan tujuan PPK dalam mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik.

Penguatan karakter yang bisa diperoleh dari Taman lalu Lintas merupakan pengejawantahan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam SKL terdapat indikator kompetensi sikap dan beberapa Sub Indikator diantaranya memiliki perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter, memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin dan memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab.
.
Sub indikator pertama adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter. Pelajaran di Taman Lalu Lintas dapat mempengaruhi seorang anak dalam berkarakter. Menurut Arismantoro dalam bukunya yang berjudul Berbagai Aspek Character Building, Bagaimana Mendidik Anak Berkarakter; secara teori pembentukan karakter anak dimulai dari usia 0-8 tahun, artinya di masa usia tersebut karakter anak masih dapat berubah-ubah tergantung dari pengalaman hidupnya. Oleh karena itu membentuk karakter anak harus dimulai sedini mungkin.
Begitu pula dengan berkunjung ke Taman Lalu Lintas diharapkan karakter anak akan terbentuk. Saat memasuki area taman para pengunjung (anak-anak) sudah disambut dengan rambu lalu lintas yang cukup besar. Ada tiga rambu lalu lintas yang berhasil menyedot keingintahuan anak. Dengan melihat rambu-rambu ini anak terpancing untuk menanyakan makna dari rambu tersebut sehingga mereka sudah mulai mengkontruksi dalam alam pikirannya tentang rambu-rambu lalu lintas. Setelah itu suguhan piktogram berupa berbagai rambu lalu lintas dan petunjuk lokasi sangat menonjol dengan warna kuning dan memberi kesempatan kepada anak untuk meneliti satu demi satu gambar rambu-rambu tersebut. Anak-anak diperkenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas agar mereka mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan di jalan raya.
Sub Indikator kompetensi sikap yang kedua adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin. Sikap Disiplin yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kedisiplinan berkendara diterapkan pada  miniatur jalan raya yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintasnya. Dalam zona kota di mana ada miniatur Jalan Braga dan Jalan Merdeka dimaksudkan supaya anak-anak paham dengan kerumitan berlalu-lintas. Anak-anak sudah dituntun untuk memahami ketertiban selama di jalan raya agar berdampak pada keselamatan. Begitu pula ketika melintasi rel kereta api betul-betul dikondisikan mirip aslinya. Anak diperkenalkan bagaimana saat harus menyebrang rel kereta api. Ketika pintu ditutup artinya kereta akan melintas dan anak tahu bahwa mereka dilarang menyebrang saat itu, tetapi ketika pintu terbuka mereka baru diperbolehkan menyeberang rel kereta api dengan aman. Begitupun ketika anak memasuki kawasan stasiun, mereka antri membeli karcis dan menunggu kedatangan kereta api dengan tertib. Selain itu sejumlah ornamen menyerupai miniatur kota kini terbangun dengan cukup apik. Di setiap sudut dipasangi rambu yang sesuai dengan kondisi nyata di jalan raya.  Pom bensin, bengkel dan parkiran dibuat agar bisa menambah wawasan anak saat di jalan raya kala belajar menyetir mobil mengikuti jalur yang sudah ditentukan.
Sub Indikator sikap yang ketiga adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab. Dengan adanya wahana sepeda anak diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Anak-anak bisa menyusuri kota, gunung dan sungai untuk menikmati lingkungan sehingga diharapkan timbul rasa peduli terhadap lingkungan dan kelak akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaganya. Dengan tertatanya lingkungan di taman edukasi ini kelak diharapkan anak-anak juga akan peduli pada kelestariannya.

Dalam upaya mencapai kompetensi sikap tidak terlepas dari aktifitas belajar. Aktifitas belajar bagi anak-anak di taman lalu lintas dapat diklasifikasikan dalam tiga macam, yaitu: kegiatan visual, kegiatan motorik dan emosional. Pada kegiatan visual anak-anak lebih cepat mengingat dalam memorinya ketika mereka melakukan aktifitas belajar melalui gambar-gambar. Dengan melihat gambar rambu-rambu lalu lintas mereka akan dengan mudah mengingat dan memahaminya. Yang termasuk kegiatan motorik (Motor activities) adalah bermain. Anak-anak tidak merasa bahwa mereka sedang diberitahu oleh orang dewasa karena belajar tentang rambu-rambu dilakukan sambil bermain.
Atifitas belajar yang lain adalah aktifitas belajar menggunakan emosi (Emotional activities); misalnya menaruh minat, gembira, bersemangat, dan berani. Anak-anak tidak akan merasa terbebani ketika mereka belajar dalam keadaan bergembira. Disamping itu anak-anak sangat menaruh minat pada hal-hal unik, seperti halnya mobil kijang Innova yang menggantung di dinding. Selain unik,  Astra juga berhasil meningkatkan brand awareness Toyota di Bandung.
Langkah revitalisasi Astra terhadap taman lalu lintas Ade Irma Suryani diharapkan sukses meningkatkan fungsi taman Lalu Lintas sebagai sarana penguatan pendidikan karakter bagi anak. Kedepannya anak-anak yang berkunjung ke Taman Lalu Lintas memiliki karakter yang sangat baik dalam menerapkan budaya disiplin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas dan bisa menyebarkan virus-virus ini kepada semua orang di lingkungannya. Taman Lalu Lintas diharapkan menjadi salah satu “guru” dalam membangun karakter anak bangsa. Sukses buat Astra yang turut andil dalam bidang lingkungan, keselamatan berkendara dan pendidikan di taman lalu lintas ini.

ASTRA BERPERAN DALAM MENINGKATKAN FUNGSI TAMAN LALU LINTAS SEBAGAI SALAH SATU SARANA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK



 Berbicara tentang Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Bandung, tak lepas dari pendidikan karakter dan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Bagaimana tidak, di taman lalu lintas ini para pengunjung (yang dibidik adalah anak-anak) disuguhi dengan berbagai wahana dan rambu lalu lintas yang bisa mengarahkan mereka untuk bisa tumbuh dan meningkat karakter serta pengetahuannya, belajar mengkontruksi dan bertanya.

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani ini selesai direvitalisasi oleh Astra dengan menggunakan dana CSR sebesar 9,2 milyar rupiah dan diresmikan oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil, pada tanggal 29 September 2017. Program revitalisasi Taman Lalu Lintas merupakan wujud peran serta PT. TAM dalam membangun negara dan kemajuan Indonesia. Revitalisasi taman lalu lintas ini sesuai dengan tiga pilar CSR sekaligus yaitu lingkungan, keselamatan berkendara, dan pendidikan. Astra melengkapi dan memperbaiki berbagai fasilitas di taman edukasi ini. Seperti diketahui sebelumnya peran Astra terhadap lingkungan sangat tinggi hal ini dibuktikan dengan salah satu kontribusi Toyota yakni program Toyota Car for Tree sejak 2010 dan merupakan bagian dari semangat let's go beyond.
Langkah Astra dalam merevitalisasi Taman Lalu Lintas sangat sejalan dengan apa yang sekarang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya. Dukungan Astra ini searah dengan tujuan PPK dalam mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik.

Penguatan karakter yang bisa diperoleh dari Taman lalu Lintas merupakan pengejawantahan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam SKL terdapat indikator kompetensi sikap dan beberapa Sub Indikator diantaranya memiliki perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter, memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin dan memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab.
.
Sub indikator pertama adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter. Pelajaran di Taman Lalu Lintas dapat mempengaruhi seorang anak dalam berkarakter. Menurut Arismantoro dalam bukunya yang berjudul Berbagai Aspek Character Building, Bagaimana Mendidik Anak Berkarakter; secara teori pembentukan karakter anak dimulai dari usia 0-8 tahun, artinya di masa usia tersebut karakter anak masih dapat berubah-ubah tergantung dari pengalaman hidupnya. Oleh karena itu membentuk karakter anak harus dimulai sedini mungkin.
Begitu pula dengan berkunjung ke Taman Lalu Lintas diharapkan karakter anak akan terbentuk. Saat memasuki area taman para pengunjung (anak-anak) sudah disambut dengan rambu lalu lintas yang cukup besar. Ada tiga rambu lalu lintas yang berhasil menyedot keingintahuan anak. Dengan melihat rambu-rambu ini anak terpancing untuk menanyakan makna dari rambu tersebut sehingga mereka sudah mulai mengkontruksi dalam alam pikirannya tentang rambu-rambu lalu lintas. Setelah itu suguhan piktogram berupa berbagai rambu lalu lintas dan petunjuk lokasi sangat menonjol dengan warna kuning dan memberi kesempatan kepada anak untuk meneliti satu demi satu gambar rambu-rambu tersebut. Anak-anak diperkenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas agar mereka mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan di jalan raya.
Sub Indikator kompetensi sikap yang kedua adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin. Sikap Disiplin yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kedisiplinan berkendara diterapkan pada  miniatur jalan raya yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintasnya. Dalam zona kota di mana ada miniatur Jalan Braga dan Jalan Merdeka dimaksudkan supaya anak-anak paham dengan kerumitan berlalu-lintas. Anak-anak sudah dituntun untuk memahami ketertiban selama di jalan raya agar berdampak pada keselamatan. Begitu pula ketika melintasi rel kereta api betul-betul dikondisikan mirip aslinya. Anak diperkenalkan bagaimana saat harus menyebrang rel kereta api. Ketika pintu ditutup artinya kereta akan melintas dan anak tahu bahwa mereka dilarang menyebrang saat itu, tetapi ketika pintu terbuka mereka baru diperbolehkan menyeberang rel kereta api dengan aman. Begitupun ketika anak memasuki kawasan stasiun, mereka antri membeli karcis dan menunggu kedatangan kereta api dengan tertib. Selain itu sejumlah ornamen menyerupai miniatur kota kini terbangun dengan cukup apik. Di setiap sudut dipasangi rambu yang sesuai dengan kondisi nyata di jalan raya.  Pom bensin, bengkel dan parkiran dibuat agar bisa menambah wawasan anak saat di jalan raya kala belajar menyetir mobil mengikuti jalur yang sudah ditentukan.

Sub Indikator sikap yang ketiga adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab. Dengan adanya wahana sepeda anak diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Anak-anak bisa menyusuri kota, gunung dan sungai untuk menikmati lingkungan sehingga diharapkan timbul rasa peduli terhadap lingkungan dan kelak akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaganya. Dengan tertatanya lingkungan di taman edukasi ini kelak diharapkan anak-anak juga akan peduli pada kelestariannya.

Dalam upaya mencapai kompetensi sikap tidak terlepas dari aktifitas belajar. Aktifitas belajar bagi anak-anak di taman lalu lintas dapat diklasifikasikan dalam tiga macam, yaitu: kegiatan visual, kegiatan motorik dan emosional. Pada kegiatan visual anak-anak lebih cepat mengingat dalam memorinya ketika mereka melakukan aktifitas belajar melalui gambar-gambar. Dengan melihat gambar rambu-rambu lalu lintas mereka akan dengan mudah mengingat dan memahaminya. Yang termasuk kegiatan motorik (Motor activities) adalah bermain. Anak-anak tidak merasa bahwa mereka sedang diberitahu oleh orang dewasa karena belajar tentang rambu-rambu dilakukan sambil bermain.
Atifitas belajar yang lain adalah aktifitas belajar menggunakan emosi (Emotional activities); misalnya menaruh minat, gembira, bersemangat, dan berani. Anak-anak tidak akan merasa terbebani ketika mereka belajar dalam keadaan bergembira. Disamping itu anak-anak sangat menaruh minat pada hal-hal unik, seperti halnya mobil kijang Innova yang menggantung di dinding. Selain unik,  Astra juga berhasil meningkatkan brand awareness Toyota di Bandung.

Langkah revitalisasi Astra terhadap taman lalu lintas Ade Irma Suryani diharapkan sukses meningkatkan fungsi taman Lalu Lintas sebagai sarana penguatan pendidikan karakter bagi anak. Kedepannya anak-anak yang berkunjung ke Taman Lalu Lintas memiliki karakter yang sangat baik dalam menerapkan budaya disiplin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas dan bisa menyebarkan virus-virus ini kepada semua orang di lingkungannya. Taman Lalu Lintas diharapkan menjadi salah satu “guru” dalam membangun karakter anak bangsa. Sukses buat Astra yang turut andil dalam bidang lingkungan, keselamatan berkendara dan pendidikan di taman lalu lintas ini.

Sabtu, 14 Oktober 2017

puisi nu can kakocapkeun


Tepung 2 taun
karasa alon nunutur tuur
pikeun ngubaran nu raheut
nyait hate nu gudawang
malikeun tibelat nu can kacacapkeun
ngusapan nu awor ku cimata...
Tepung 2 taun
aya nu nyelekit
waktu manggihan kapapait
ayeuna kuring didieu
ukur bisa munajat
ka nu ngawasa alam murbeng
ngintun du'a ka nu pernah mapaes hate nu kungsi tibelat
Allohummagh firlahu
warhamhu
wa 'aafihi
wa'fu 'anhu..
amiin yaa robbal alamiin

Jumat, 27 November 2015






LEARNING CHEERFULLY BY SINGING
Seringkali kita bingung bagaimana menyampaikan materi pelajaran kepada anak-anak agar mudah dimengerti dan juga menyenangkan. Ada beberapa kiat yang bisa kita gunakan misalnya melalui lagu. Lagu anak-anak karangan Bapak At Mahmud, Ibu Sud dan pengarang-pengarang lagu terkenal dan dikenang sejarah adalah salah satu pilihan. Selain iramanya yang mudah dihafal juga kaya akan kosa kata yang tidak berbelit alias mudah dicerna. Untuk lagu-lagu yang disesuaikan dengan materi yang akan kita bahas sebaiknya ditentukan dulu sebelum kita menyajikannya; kosa kata apa saja yang akan diberikan, apakah kata benda, kata sifat, atau kata kerja, dan pemahaman grammar yang biasanya agak sulit dipahami oleh mereka. Tentunya lagu-lagu tersebut harus kita artikan ke dalam bahasa Inggris terlebih dahulu, walaupun tidak sama persis  100% dengan lirik-liriknya aslinya.
a.   Untuk memperkenalkan kosa kata tentang warna kita bisa berikan lagu “Balonku” atau  ‘my balloons’.
Guys, I have five balloons
And they are so colourful
Green, yellow and also gray
Pink balloon and the blue one
        The green balloon is broken, duarrrr
        Then my heart becomes so blue
        My balloons are only four
        I keep them very tightly
b.  Preposition (in, on, at, under, beside) dan menanyakan warna. Irama lagu sama dengan “Are you sleeping?”
Where’s the pencil 2x
In pencil case 2x
And what colour is it? 2x
It is green 2x
Where’s the whiteboard 2x
It’s in front of the class
And where is the window 2x
Beside us 2x
Where is the book 2x
On the table 2x
And where is our bag 2x
On the chair 2x
Where is the floor 2x
Under us 2x
What colour is the floor 2x
It is white 2x
c.   Materi anggota tubuh, dengan kata kerja have, wear, kata bantu don’t ( The Simple Present Tense) dengan lagu 2 mata saya
I have 2 pretty eyes
And I have one nose, too
And look at my two legs
I wear my new shoes
And I have two ears
The left one and the right
And I have one mouth
I don’t stop eating rice.
d.  Kalimat ajakan dengan “Let’s ......” dengan lagu “Naik kereta api”
Going to town by the train, tut...tut...tut...
Guys, who want to join us
To Bandung – Surabaya
You can also get on the train freely
Let’s get on the train, hey all my guys
My train doesn’t stop  for a longer time.
e.   “Helly” nya Chicha Koeswoyo untuk memperkenalkan ‘Simple Present Tense’
Guys, I have a little puppy
I always call it Helly
It likes playing all day long
And it likes running surround
        Helly,  bark...bark... bark...           
        Come here, bark... bark .... bark          2x
        Let’s run with me
f.   “Kelinciku” chicha Koeswoyo untuk memperkenalkan kata sifat.
My rabbit.... my rabbit....
Y ou are very cute
Jump here and jump there
To spend all day long  
I want to join you
After I come home
Dancing cheerfully with you
g.   Simple Present Tense melalui lagu “Bangun  tidur”
   I take a bath after getting up
I don’t forget to brush all my teeth
After bathing I help my mother
To make my bed becomes tidy
h.  Burung kakaktua untuk memperkenalkan “There is ....”
There is a cockatoo
Perching at the window
Grandmother is old now
Her teeth are only two
i.     “Round shape” untuk memperkenalkan Noun Phrase bentuk bundar, kata ganti milik ‘my dan mine’  melalui lagu “Topi saya bundar”
My hat is round
It is my round hat 
If the hat is not round
It is not mine
j.    Menanyakan informasi   melalui lagu “pelangi-pelangi”
The rainbow... The rainbow
You are so beautiful
Red, yellow, green colour
You are at the blue sky
The greatest painter
Do you know who it is?
The raiinbow... the rainbow
Is created by God.

Selain materi-materi yang disebutkan diatas, lagu-lagu ini juga bisa digunakan untuk pembahasan-pembahasan grammar dan kosakata bahasa Inggris lainnya tergantung kreatifitas guru. Selamat mengajar dengan penuh ceria  J